Kipas radiator mempunyai fungsi yang sangat penting dalam
sistem pendinginan mesin, kipas radiator ini berfungsi sebagai pembuang panas
radiator ke area sekitar mesin.
Pada umumnya sistem penggerak kipas ini ada dua
jenis yaitu yang pertama kipas konvensional atau biasa kita sebut Visco Fan, kipas radiator ini menjadi satu rangkaian dengan waterpump
dan di putar oleh v-belt yang terhubung dengan pulley crank shaft dan yang
kedua adalah menggunakan Electric Fan.
Hampir semua kendaraan sekarang ini sudah menggunakan
Electric Fan, inilah alasan mengapa sistem konvensional sudah tidak digunakan, berbagai alasan penggunaan Electric Fan menurut pendapat saya adalah sebagai berikut :
- Electric fan : mesin tidak mendengung kencang ketika di gas pada rpm tinggi
- Waterpump bekerja lebih ringan karena tidak mendapat beban dari kipas
- Kerja mesin akan lebih ringan karena mesin tidak perlu memutar kipas
- Electric Fan bekerja hanya saat dibutuhkan, sedangkan kipas konvensional bekerja terus menerus sesuai putaran mesin
- Electric fan mempunyai putaran kipas yang cukup tinggi karena di gerakan oleh motor electrik
Untuk kendaraan yang masih menggunakan kipas dengan sistem
konvensional saya sarankan untuk mengganti dengan Electric fan, modifikasi nya
pun saya rasa cukup mudah.
Kebetulan mobil mertua saya adalah kijang LGX tahun 1997
dengan salah satu penyakitnya yaitu jika macet dan AC menyala biasanya mobil
suka overheat, barulah saya sarankan agar mencabut kipas vico nya dan mengganti
menggunakan Electric Fan ditambah pemasangan extrafan AC.
Bahan yang di butuhkan adalah sebagai berikut :
- Electric fan yang sesuai dengan besarnya Radiator dan tidak terlalu tebal melebihi ruangan yang tersedia antara radiator dan ruang mesin.
- Thermo switch yang berfungsi sebagai saklar dan sensor temperatur pada radiator, sehingga kipas tahu akan bekerja atau akan mati sesuai dengan suhu mesin. Thermoswitch yang saya pilih adalah kepunyaan Forsa selain partnya mudah dicari, thermoswitch ini juga bekerja di suhu 80 derajat celcius (suhu yang optimal untuk mesin bekerja ).
- Relay, Relay yang saya gunakan adalah relay 4 kaki. Pilih relay dengan kualitas bagus
- Dudukan / adapter thermoswitch
Semua part saya beli di tangomotor kecuali Electric Fan.
Electric fan saya beli di daerah Banceuy Bandung, kebetulan di daerah ini
banyak sekali penjual sparepart second original berkualitas, karena menurut saya
untuk kebutuhan part penting didalam kabin mesin apalagi berhubungan dengan sistem pendinginan jangan pasang yang abal-abal, meskipun barang second tapi original dengan kondisi yang masih sangat bagus.
Langkah pemasangan adalah sebagai berikut :
- Pertama, buka radiator lalu buka juga kipas lama yang melekat pada waterpump, namun pulley pada waterpump harus tetap di pasang
- Kedua, membuat bracket kipas sesuai dengan radiator, yang saya lakukan ada meniru posisi shroud kipas sebelumnya
- Ketiga, Potong selang radiator untuk meletakan adapter/dudukan thermoswitch. Pemasangan saya lakukan di selang bawah karena sebelumnya saya letakkan di selang atas kurang maksimal
- Keempat, membuat rangkaian relay dan kelistrikan. Berikut skema pemasangan relay untuk pemasangan Electric Fan Radiator :
Skema diatas adalah untuk pemasangan electric fan yang saya gunakan hanya untuk electric fan dengan single speed.
Mudah-mudahan postingan ini bisa bermanfaat!





1 comments:
Itu thermo switch kabel yang satu nya lari kemana om?